Monday, 29 April 2013

Juwita


andai dunia tahu,
betapa kecilnya jiwa ini,
jiwa yang zahirnya kelihatan tenang,
gagah dan tabah menyelusuri jalan ini,
namun hakikatnya,
meraung-raung ingin bebas,
terperangkap dan diam,
dalam susuk tubuh sang juwita,
yang hakikatnya,
tidak sekukuh pasaknya kaki langit,
tidak seluas langit yang terbentang luas,

jiwanya itu kecil,
geloranya umpama tsunami,
lembutnya umpama kelopak embun,
rapuhnya umpama bunga yang hampir layu

andai dunia tahu,
akulah sang Juwita itu,
yang jiwanya kecil,
rapuh dan retak bersegi


No comments:

Post a Comment